Senin, 26 Jan 2026

PRESS RELEASE

Literasi Jadi Jalan Pemulihan, Forum TBM Dorong Healing Anak Pascabanjir Sumatera

  • 21 Dec 2025, 22:11 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 3 menit baca
  • 83 kali dibaca
Literasi Jadi Jalan Pemulihan, Forum TBM Dorong Healing Anak Pascabanjir Sumatera
21
Dec
25
Komunitas
Bagikan:

Sumedang, 21 Desember 2025. Di tengah bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) menegaskan bahwa literasi tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga menjadi jalan pemulihan trauma, terutama bagi anak-anak. Komitmen ini ditegaskan melalui kegiatan Panggung Solidaritas Forum TBM: Senandung Doa untuk Sumatera yang digelar secara daring, Minggu (21/12/2025) .


Kegiatan tersebut menjadi respons kolektif pegiat literasi dari berbagai daerah atas dampak banjir yang tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik, tetapi juga menghantam ruang-ruang belajar masyarakat. Sejumlah TBM di wilayah terdampak dilaporkan rusak berat, bahkan ada yang hilang tersapu arus, beserta koleksi buku dan sarana belajarnya.


Zoom kegiatan Senandung Doa untuk Sumatera


Dalam pengantar kegiatan, Forum TBM menyampaikan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami tekanan psikologis pascabencana. Kehilangan rumah, lingkungan bermain, hingga ruang baca membuat mereka membutuhkan pendampingan khusus agar kembali merasa aman. Di titik inilah literasi dipandang sebagai medium yang relevan dan manusiawi untuk proses pemulihan.


Hingga 21 Desember 2025, donasi solidaritas yang dihimpun Forum TBM mencapai Rp5.616.242. Dana tersebut akan disalurkan ke tiga wilayah terdampak—Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara—dengan fokus awal pada dukungan psikososial berbasis literasi, terutama bagi anak-anak di pengungsian.


Bentuk dukungan yang dirancang meliputi kegiatan reading healing melalui membaca nyaring cerita-cerita yang menenangkan, story sharing agar anak-anak dapat menuturkan pengalaman dan perasaan mereka, serta aktivitas menulis dan menggambar sebagai sarana mengekspresikan emosi. Selain itu, Forum TBM juga menyiapkan sudut baca darurat dan permainan literasi untuk membantu mengurangi ketegangan di posko pengungsian.


“Buku, cerita, dan aktivitas literasi bisa menjadi jembatan bagi anak-anak untuk kembali tersenyum dan merasa aman,” demikian salah satu pesan utama yang mengemuka dalam rangkaian Panggung Solidaritas.


Kegiatan ini juga diisi dengan pertunjukan seni dan refleksi, seperti estafet puisi dari berbagai wilayah Indonesia, penampilan Wayang Kali dengan lakon “Lele Gugat”, serta renungan dan doa lintas agama. Format ini dipilih untuk menghadirkan suasana penguatan batin, baik bagi warga terdampak maupun para pegiat literasi yang selama ini bekerja dalam keterbatasan.


Forum TBM menegaskan bahwa penggalangan donasi tidak berhenti pada tahap awal ini. Ke depan, akan dibuka gelombang lanjutan dengan fokus pada pemulihan TBM, mulai dari perbaikan ruang baca yang rusak, dukungan bagi TBM yang hilang, hingga pengadaan buku pengganti agar aktivitas literasi dapat kembali berjalan di wilayah terdampak .


Melalui Panggung Solidaritas, Forum TBM ingin menunjukkan bahwa di tengah bencana, literasi tetap bisa hadir sebagai ruang penguatan, penyembuhan, dan harapan—menjaga agar semangat belajar anak-anak tidak ikut hanyut bersama banjir.

 

Penulis: Tim Forum TBM Pusat


Terakhir diperbarui: 21 Dec 2025 22:11 WIB