Senin, 26 Jan 2026

PRESS RELEASE

Membumikan Petunjuk, Melangitkan Amalan: Catatan Anjang TBM Sumedang di Riang Cendikia

  • 25 Jan 2026, 22:39 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 2 menit baca
  • 21 kali dibaca
Membumikan Petunjuk, Melangitkan Amalan: Catatan Anjang TBM Sumedang di Riang Cendikia
25
Jan
26
Komunitas
Bagikan:

TANJUNGSARI, SUMEDANG – Minggu pagi (25/1/2026), atmosfer literasi di Kabupaten Sumedang terasa lebih hangat. Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum Tbm) Kabupaten Sumedang menggelar program "Anjang TBM" dengan mengunjungi Riang Cendikia Montessori yang berlokasi di Perumahan Griya Jatinangor II, Cinanjung, Tanjungsari.

Acara dibuka dengan sambutan dari Arizumi, S.Pd. selaku Founder Riang Cendikia, yang memaparkan visi besar menghadirkan literasi berbasis karakter. Semangat ini diperkuat oleh Enjang Herawan, Sekretaris Daerah Forum TBM Kabupaten Sumedang, serta Rohman Gumilar, Sekretaris Wilayah Forum TBM Jawa Barat. Dalam pesannya, Rohman menekankan bahwa kolaborasi antar TBM adalah energi yang dibutuhkan bumi literasi saat ini agar setiap amalan pengabdian dapat "mikraj" menjadi nilai yang abadi di langit.

Bukan Belajar, Tapi Bekerja

Diskusi berkembang menjadi sangat menarik ketika memasuki sesi tanya jawab. Para peserta yang hadir, termasuk perwakilan dari TBM Dandang Gula, TBM Melati KS, dan Komunitas Literasi Iqro, menggali lebih dalam tentang operasional lembaga.

Satu poin yang memicu decak kagum adalah prinsip pengajaran di Riang Cendikia. Alih-alih menggunakan terminologi "belajar" yang seringkali terasa menjemukan bagi anak, Arizumi memperkenalkan konsep "bekerja".

"Di sini, anak-anak diajarkan untuk bekerja. Tujuannya adalah membangun habituasi dan kemandirian. Jadi, saat mereka pulang ke rumah, tanggung jawab dan disiplin itu sudah melekat, bukan lagi beban yang harus dipelajari ulang," ungkap Arizumi.



Foto Bersama Setelah Kegiatan Anjang TBM ke TBM Riang Cendikia


Integrasi Montessori dan Kemandirian Ekonomi

Selain metode Montessori yang diaplikasikan melalui program unggulan seperti Baiq Baitul, Library & Playhouse, hingga produk kreatif Pop-Up, forum ini juga membedah isu krusial: manajemen keuangan. Para pegiat literasi berbagi strategi tentang bagaimana TBM dapat tetap hidup secara mandiri tanpa kehilangan ruh sosialnya.

Kunjungan ini menegaskan bahwa literasi di Sumedang melampaui sekadar aktivitas membaca buku. Ia adalah upaya memanusiakan anak-anak melalui ruang tumbuh yang tertata dan sistematis.

Pertemuan diakhiri dengan peninjauan fasilitas Riang Cendikia, membawa pulang satu pelajaran berharga: bahwa energi manusia di bumi harus terus dikerahkan dengan petunjuk yang tepat, agar setiap langkah kaki di tanah literasi berbuah manis di masa depan.

"Langit mungkin tempat muara segala doa, namun bumi Sumedang adalah tempat para pegiat TBM membuktikan kerja nyata."


Penulis: Enjang

Editor: Fachri



Terakhir diperbarui: 25 Jan 2026 22:39 WIB