Kamis, 23 Apr 2026

PRESS RELEASE

Hasna Ramadhani dan Fakhira Soroti Peran TBM Rumah Literasi Berseri dalam Penguatan Literasi Siswa

  • 23 Apr 2026, 11:12 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 2 menit baca
  • 6 kali dibaca
Hasna Ramadhani dan Fakhira Soroti Peran TBM Rumah Literasi Berseri dalam Penguatan Literasi Siswa
23
Apr
26
Komunitas
Bagikan:

Sumedang — Dua siswa MTsS Persis Sumedang, Hasna Ramadhani dan Fakhira, menyoroti pentingnya peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Literasi Berseri sebagai ruang belajar alternatif dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar.


Melalui karya tulis berbasis praktik baik, keduanya mengangkat pengalaman langsung dalam kegiatan literasi yang berlangsung di TBM yang berlokasi di Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan. Mereka menilai bahwa keberadaan TBM tidak hanya melengkapi pembelajaran di sekolah, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih fleksibel dan bermakna.


Hasna Ramadhani dalam tulisannya menegaskan bahwa TBM Rumah Literasi Berseri berperan sebagai ruang belajar yang mampu mengintegrasikan kegiatan membaca, berdiskusi, dan menulis. Menurutnya, pendekatan tersebut membentuk siklus literasi yang utuh dan membantu siswa menjadi pembaca aktif sekaligus penulis yang kritis. “Di TBM, kami tidak hanya membaca, tetapi juga belajar memahami dan mengolah informasi menjadi karya,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa program literasi yang dijalankan secara bertahap—mulai dari pembiasaan membaca, diskusi buku, hingga penulisan—memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis siswa.


Sementara itu, Fakhira melalui refleksinya tentang peringatan Hari Guru Nasional di SD Bintang Gemilang menyoroti dimensi kemanusiaan dalam pendidikan. Ia melihat bahwa kegiatan literasi yang dikaitkan dengan pengalaman nyata mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam. “Pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang nilai, keteladanan, dan hubungan yang tulus antara guru dan siswa,” tulisnya.


Fakhira juga menekankan bahwa ruang-ruang kecil seperti TBM memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman belajar yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas formal. Menurutnya, literasi tumbuh ketika siswa diberi kesempatan untuk merasakan, merefleksikan, dan mengekspresikan pengalaman mereka.


Kegiatan literasi di TBM Rumah Literasi Berseri sendiri mencakup berbagai aktivitas, seperti membaca bersama, diskusi buku, penulisan esai dan cerpen, hingga presentasi karya. Pendekatan ini mendorong partisipasi aktif siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.


Pengelola TBM menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi menjadi indikator penting keberhasilan program. “Kami ingin menjadikan TBM sebagai ruang tumbuh, di mana siswa tidak hanya belajar membaca, tetapi juga berpikir dan berkarya,” ungkapnya.


Meski demikian, tantangan seperti rendahnya minat baca dan distraksi dari penggunaan gawai masih menjadi perhatian. Untuk itu, TBM terus melakukan inovasi melalui pendampingan intensif dan variasi kegiatan agar siswa tetap termotivasi.


Melalui tulisan dan pengalaman yang dibagikan Hasna Ramadhani dan Fakhira, terlihat bahwa gerakan literasi berbasis komunitas memiliki potensi besar dalam mendukung pendidikan. Dari ruang sederhana, lahir gagasan dan praktik baik yang mampu menginspirasi penguatan literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Penulis: Mahdi

Editor: Fachri



Terakhir diperbarui: 23 Apr 2026 11:12 WIB