Senin, 27 Apr 2026

PRESS RELEASE

Aroma Harapan dari Dapur Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan

  • 27 Apr 2026, 14:46 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 4 menit baca
  • 21 kali dibaca
Aroma Harapan dari Dapur Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan
27
Apr
26
Komunitas
Bagikan:

Pagi baru saja merekah di Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan, Senin (27/4/2026). Udara masih menyimpan sisa sejuk malam ketika halaman di Jalan Andi Mulya Kusumah No. 1 mulai dipenuhi langkah-langkah yang datang dari berbagai arah. Mobil dinas berhenti satu per satu, disusul sepeda motor warga yang ingin menyaksikan dari dekat. Di depan pintu masuk, meja registrasi telah siaga, panitia menyambut para tamu dengan senyum hangat.


Di kawasan inilah, sebuah bangunan sederhana namun fungsional berdiri—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasanggrahan Baru. Bagi warga Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan, kehadirannya bukan sekadar fasilitas baru, melainkan harapan yang mulai menemukan bentuk nyata.


Seiring waktu mendekati pukul 08.30 WIB, suasana mulai tertata. Para undangan mengambil tempat. Dari jajaran depan terlihat pejabat daerah, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat. Di barisan lain, kader Posyandu, kepala sekolah, serta perwakilan organisasi keagamaan duduk berdampingan. Semua berkumpul dalam satu ruang, menyatukan perhatian pada satu tujuan: pemenuhan gizi masyarakat.


Suara pembawa acara membuka kegiatan. Lagu Indonesia Raya berkumandang, diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta. Lalu, doa dipanjatkan, membawa suasana menjadi hening dan penuh harap.


Ketua Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah, H. Kamas Komara, dalam sambutannya menegaskan bahwa SPPG bukan sekadar dapur produksi.


“Ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan masyarakat,” ujarnya.


Sambutan itu diperkuat oleh Koordinator Investasi, H. Muslim Iskandar, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Di antara para undangan, tampak pula salah satu investor yang turut berperan dalam pengembangan SPPG, H. Nanang Cahyana, S.Pd.I.


“Ini bukan sekadar investasi, tapi kontribusi untuk generasi mendatang,” katanya singkat.


Puncak perhatian kemudian mengarah pada sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, yang hadir mewakili Bupati Sumedang. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi terhadap model kolaborasi yang dibangun SPPG Pasanggrahan Baru.


“Ini luar biasa. SPPG ini melibatkan sekitar 30 mitra, dan ini belum kita temukan di SPPG lain,” ujarnya di hadapan para undangan.


Namun, apresiasi itu diiringi dengan pesan tegas. Ia mengingatkan agar seluruh pengelola menjaga komitmen dan kualitas layanan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).


“Komitmen harus dijaga. Standar dari BGN harus dipenuhi agar operasional tetap berjalan dan tidak sampai terkena sanksi atau penghentian,” tegasnya.


Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik semangat kolaborasi, terdapat tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara konsisten.


Prosesi peresmian pun berlangsung. Pita dipotong, menandai dimulainya operasional SPPG Pasanggrahan Baru di wilayah Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan. Tepuk tangan mengiringi momen tersebut.


Namun, makna sebenarnya terasa saat para tamu diajak meninjau dapur produksi. Dalam sesi kitchen tour, mereka melihat langsung bagaimana sistem kerja dirancang. Peralatan tertata rapi, alur produksi jelas, dan standar kebersihan dijaga ketat.


Beberapa tamu berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan mengamati setiap detail. H. Nanang Cahyana tampak ikut meninjau dengan saksama, memastikan fasilitas yang didukungnya benar-benar siap memberikan manfaat.


Setelah itu, para tamu mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Aroma masakan memenuhi ruangan. Seorang kader Posyandu tersenyum setelah mencicipi hidangan.


“Anak-anak pasti suka,” ucapnya.


Kalimat sederhana itu mencerminkan harapan besar masyarakat Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan—bahwa akses terhadap makanan bergizi kini semakin dekat.


Menjelang akhir acara, sesi foto bersama menjadi penutup yang hangat. Berbagai unsur berdiri dalam satu bingkai: pemerintah, masyarakat, investor, dan lembaga sosial. Mereka bukan hanya hadir sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari gerakan bersama.


Ketika acara usai dan para tamu mulai meninggalkan lokasi, aktivitas di dalam dapur justru akan segera dimulai. Dari tempat itulah, setiap hari, makanan akan diproduksi dan didistribusikan.


Bagi masyarakat Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan, SPPG bukan sekadar bangunan. Ia adalah awal dari perubahan—tentang bagaimana sebuah komunitas bergerak bersama, menghadirkan gizi, menjaga kesehatan, dan membangun masa depan.


Dan dari dapur sederhana itu, aroma harapan kini menyebar lebih luas—disertai komitmen untuk terus menjaga kualitas, agar benar-benar memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan.


Penulis: Mahdi

Editor: Fachri



Terakhir diperbarui: 27 Apr 2026 14:46 WIB