Kamis, 04 Jun 2026

PRESS RELEASE

Hari Pancasila, Kepala SDN Cibeureum III Ajak Siswa Teladani Semangat Pendiri Bangsa

  • 03 Jun 2026, 08:57 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 5 menit baca
  • 7 kali dibaca
Hari Pancasila, Kepala SDN Cibeureum III Ajak Siswa Teladani Semangat Pendiri Bangsa
03
Jun
26
Komunitas
Bagikan:

Sumedang, 1 Juni 2026 — Kepala SDN Cibeureum III, Ai Susanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan amanatnya pada Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di halaman SDN Cibeureum III, Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan (PTK) dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan.


Dalam amanatnya, Ai Susanti menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan tahunan yang bersifat seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan dan memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Di hadapan para siswa dan PTK SDN Cibeureum III, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan dalam sikap nyata seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, toleransi, dan semangat persatuan.


“Pancasila adalah fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai generasi penerus, anak-anak harus memahami bahwa setiap sila memiliki makna yang sangat mendalam dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjalankan ibadah dengan baik, menghormati orang tua dan guru, menjaga persahabatan, hingga mencintai tanah air dan menjaga persatuan bangsa,” ungkapnya.


Ai Susanti juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah bangsa akan menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus penghargaan terhadap jasa para tokoh yang telah berjuang merumuskan dasar negara.


Diimbuhkan Ai Susanti, terdapat tiga tokoh utama yang menyampaikan gagasan mengenai dasar negara dalam Sidang Pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Ketiga tokoh tersebut adalah Mr. Mochamad Yamin, Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Masing-masing tokoh menyampaikan pemikiran dan gagasannya mengenai dasar negara Indonesia yang kelak menjadi landasan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.


Menurutnya, Mr. Mochamad Yamin pada 29 Mei 1945 menyampaikan usulan mengenai dasar negara yang menekankan aspek kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Selanjutnya, Dr. Soepomo pada 31 Mei 1945 menyampaikan pandangannya tentang negara yang berlandaskan semangat persatuan, kekeluargaan, dan integralistik, yakni negara yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu maupun golongan.


Sementara itu, pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang kemudian dikenal sebagai lahirnya istilah Pancasila. Dalam pidatonya, Soekarno mengemukakan lima prinsip dasar yang menjadi fondasi bagi negara Indonesia merdeka. Kelima prinsip tersebut kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila yang hingga kini menjadi dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.


“Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus mengenal dan menghargai jasa para tokoh pendiri bangsa. Mereka telah mencurahkan pikiran, tenaga, dan pengorbanan untuk merumuskan dasar negara yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam. Berkat kebijaksanaan dan semangat persatuan para pendiri bangsa, Indonesia memiliki Pancasila sebagai pemersatu seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ai Susanti.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semangat para tokoh bangsa dalam merumuskan Pancasila harus menjadi teladan bagi generasi muda saat ini. Perbedaan pandangan yang muncul dalam sidang BPUPKI tidak menimbulkan perpecahan, melainkan melahirkan musyawarah yang menghasilkan kesepakatan demi kepentingan bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masa kini yang penuh dengan berbagai tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi.


Ai Susanti juga mengajak para siswa untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa raga demi terwujudnya Indonesia yang merdeka. Menurutnya, perjuangan generasi saat ini diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, serta prestasi yang dapat mengharumkan nama sekolah, daerah, dan bangsa.


Selain itu, ia mengingatkan para siswa agar bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, dan mengembangkan kreativitas, bukan digunakan untuk hal-hal yang dapat merusak persatuan, menyebarkan informasi yang tidak benar, atau menurunkan nilai-nilai moral.


Menurut Ai Susanti, salah satu bentuk pengamalan Pancasila yang paling sederhana namun sangat penting adalah membiasakan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Di lingkungan sekolah, seluruh siswa berasal dari latar belakang yang beragam, namun tetap bersatu dalam semangat kebersamaan sebagai keluarga besar SDN Cibeureum III.


Ia juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus menjadi teladan dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan karakter, menurutnya, akan lebih efektif apabila didukung oleh contoh nyata yang ditunjukkan oleh para pendidik dalam kehidupan sehari-hari. Sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan kerja sama yang diperlihatkan oleh guru akan menjadi pembelajaran berharga bagi peserta didik.


Di akhir amanatnya, Ai Susanti mengucapkan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 kepada seluruh warga sekolah. Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi penguat semangat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membentuk generasi yang berkarakter Pancasila, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia.


Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di SDN Cibeureum III berlangsung dengan tertib dan penuh makna. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendiri bangsa yang telah mewariskan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui peringatan tersebut, diharapkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi benar-benar diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan budaya kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Penulis: Mahdi

Editor: Fachri



Terakhir diperbarui: 03 Jun 2026 08:57 WIB