25
Minggu malam sekumpulan anak-anak muda dari Panti Baca Ceria menggelar kegiatan bertajuk "Puisi Rakyat: Menuju Silatusastra" yang berkolaborasi dengan Shido Koffee Sumedang di Jl. Angkrek 97A Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara, 20 Juli 2025.
Kegiatan ini tentunya sudah biasa dilakukan oleh Panti Baca Ceria, salahsatu komunitas anak muda kreatif yang berdiri dari tahun 2016, yang konsisten bergerak di bidang literasi hingga sekarang dengan berbagai kegiatan-kegiatannya dan tentunya sudah tembus di kancah nasional dan internasional.
Pada kegiatan Puisi Rakyat ini, bertujuan membuka kembali ruang-ruang dan saling apresiasi karya-karya sastra khususnya di Sumedang. Selain itu juga pada kegiatan Puisi Rakyat ini awal dari kegiatan menuju Silatusastra yang menjadi program besar tahunan Panti Baca Ceria dalam rangka merayakan bulan bahasa pada bulan Oktober nanti.
Kegiatan Puisi Rakyat ini diikuti oleh para deklamator puisi dari keluarga Panti Baca Ceria dan sobat ceria dari Sumedang hingga luar Sumedang; Rahma, Nadfi, Manda, Difla, Alya, M.W Bahari, Ari, Jarwo dan Makmur. Tentunya selain penampilan pembacaan puisi, ads juga sajian musik akustik dari musisi muda asal Tanjungsari yaitu El Hefe.
Ragam pembacaan puisi pengantar temaram di Shido Koffee begitu syahdu, ada yang membunyikan puisi sendiri dan karya orang lain. Begitu juga dengan para apresiator yang semakin berdatangan. Tidak hanya itu, para apresiator juga diberikan ruang untuk menjadi deklamator.
Menurut pendiri Panti Baca Ceria, Ipul Saepulloh yang langsung datang ke lokasi dan menikmati kegiatan, "Kegiatan seperti ini sudah banyak dilakukan di Panti Baca Ceria, tujuannya ya meramaikan kembali ranah sastra di Sumedang yang bisa dilakukan di mana saja untuk saling apresiasi, kebetulan untuk menuju Silatusastra kami awali dengan kegiatan Puisi Rakyat ini. Jadi buat tempat, atau ruang-ruang yang ingin kami kunjungi dengan bunyi puisi silakan ke Panti Baca Ceria saja, karena ini akan berlangsung hingga bulan Oktober pada puncaknya yaitu program tahunan kami, Silatusastra." Jelas Ipul.
Adapun lapakan-lapakan kolektif dari Blackout Poetry, Ada Reruntuhan Puisi dan MoroCarcas, yang di mana para apresiator bisa langsung membuat puisi dari tulisan bekas dan dibacakan langsung.
Tentunya kegiatan dari Panti Baca Ceria untuk menuju Silatusastra ini masih beragam kegiatan, tidak hanya Puisi Rakyat, tetapi ada; Rima Berirama dan Malam Minggu Puisi yang di mana akan dilaksanakan di tempat atau ruang-ruang terbuka untuk mengenalkan program Silatusastra nanti dan mungkin bisa menjadi partner atau supporting untuk kegiatan Silatusastra.
Menurut salahsatu apresiator, Ketua BEM UPI Sumedang, Muhammad Ali Hanif, sangat mengapresiasi sekali dengan adanya kegiatan ini, "Saya sangat mengapresiasi sekali dengan adanya kegiatan positif seperti ini, kegiatan literasi yang dibawa asyik seperti ini, menambahkan lagi minat baca khususnya di Sumedang, dan sangat mengapresiasi sekali untuk para pembaca puisi yang sudah tampil." Ujarnya saat diberikan testimoni ketika ditodong oleh pembawa acara.
Sumber : https://www.guarmedia.com