26
SUMEDANG – Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tergabung dalam Forum TBM Kabupaten Sumedang mengikuti pelatihan pengelolaan perpustakaan digital berbasis website yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengelola TBM dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pengelolaan perpustakaan dan layanan literasi yang lebih efektif, modern, dan mudah diakses masyarakat.
Pelatihan tersebut menghadirkan Chrisna Adhi Pranoto, S.Si. sebagai narasumber dan pendamping teknis. Dalam pemaparannya, Chrisna menjelaskan berbagai aspek pengelolaan perpustakaan digital menggunakan platform Atrium Curatorian yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan perpustakaan komunitas, TBM, dan lembaga literasi. Materi disampaikan secara sistematis melalui demonstrasi langsung sehingga peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan setiap langkah yang dijelaskan.
Informasi mengenai kegiatan ini sebelumnya disampaikan oleh Ketua Forum TBM Kabupaten Sumedang, Mimin Rusmiati, S.Pd., M.M.Pd., melalui grup WhatsApp Forum TBM Kabupaten Sumedang. Ia menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti program ini akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari penyelenggara hingga website dan sistem perpustakaan digital yang dikembangkan dapat berfungsi secara optimal.
Menurut Mimin, pelatihan tersebut merupakan kesempatan berharga bagi pengelola TBM untuk meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi. Selain memperoleh pengetahuan teknis mengenai pembuatan dan pengelolaan website, peserta juga dibimbing dalam mengembangkan sistem perpustakaan digital yang mampu mendukung pelayanan literasi di komunitas masing-masing.
Pelatihan dilaksanakan dengan model hybrid, yakni menggabungkan pertemuan daring dan luring. Selain diikuti secara online oleh peserta dari berbagai daerah melalui Zoom, kegiatan ini juga dilaksanakan secara langsung di Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Jatinangor. Model pelaksanaan tersebut memungkinkan peserta memperoleh pendampingan yang lebih intensif sekaligus memperluas jangkauan peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam sesi pelatihan, Chrisna Adhi Pranoto memandu peserta mengenal berbagai fitur yang tersedia pada platform Atrium Curatorian. Mulai dari pengelolaan profil lembaga, penginputan data koleksi, pengaturan anggota perpustakaan, hingga pengelolaan layanan sirkulasi. Peserta juga diajak memahami pentingnya digitalisasi data perpustakaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi pengelolaan administrasi.
Salah satu materi yang menjadi fokus pelatihan adalah fitur Sirkulasi, yaitu sistem yang digunakan untuk mengelola aktivitas peminjaman dan pengembalian koleksi. Dalam demonstrasinya, Chrisna menjelaskan fungsi-fungsi yang terdapat pada menu tersebut, mulai dari pencatatan transaksi peminjaman, pengembalian buku, reservasi koleksi, pengelolaan permintaan antarperpustakaan, hingga penyusunan laporan aktivitas perpustakaan. Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh aktivitas layanan dapat terdokumentasi secara lebih rapi, akurat, dan mudah dipantau oleh pengelola.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan fitur pelaporan yang memungkinkan pengelola memperoleh data statistik mengenai jumlah transaksi, tingkat peminjaman koleksi, serta aktivitas anggota perpustakaan. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyusun program literasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang diikuti oleh pengelola TBM, pustakawan, dan pegiat literasi dari berbagai daerah tersebut berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan website, digitalisasi koleksi, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam mengembangkan layanan perpustakaan komunitas. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya transformasi digital dalam mendukung gerakan literasi masyarakat.
Bagi Forum TBM Kabupaten Sumedang, pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan TBM di era digital. Kehadiran website dan sistem perpustakaan digital diharapkan dapat membantu pengelola dalam memberikan layanan yang lebih profesional, memperluas akses informasi bagi masyarakat, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan koleksi dan administrasi perpustakaan.
Melalui kegiatan ini, Forum TBM Kabupaten Sumedang berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan layanan literasi di wilayah masing-masing. Dengan dukungan teknologi digital dan pendampingan yang berkelanjutan, TBM diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai pusat belajar masyarakat, pusat informasi, serta motor penggerak budaya baca di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.
Penulis: Mahdi
Editor: Fachri