Jumat, 12 Jun 2026

PRESS RELEASE

Tawa Ceria Anak KB Al-Barokah Warnai Kegiatan Berliterasi ke Gajah Depa

  • 12 Jun 2026, 15:34 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 4 menit baca
  • 9 kali dibaca
Tawa Ceria Anak KB Al-Barokah Warnai Kegiatan Berliterasi ke Gajah Depa
12
Jun
26
Literasi
Bagikan:

SUMEDANG – Gelak tawa dan wajah-wajah ceria mewarnai suasana di kawasan wisata Gajah Depa, Kamis (11/6/2026). Sebanyak 16 anak usia dini berusia 3 hingga 4 tahun dari KB Al-Barokah Batu Karut tampak antusias mengikuti kegiatan berliterasi yang dikemas dalam suasana rekreatif dan edukatif menjelang berakhirnya Tahun Pembelajaran 2025/2026.


Didampingi empat orang guru serta para orang tua, anak-anak menjalani pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Jika sehari-hari mereka belajar di dalam kelas, kali ini mereka diajak mengenal dunia secara langsung melalui pengamatan lingkungan, mendengarkan penjelasan guru, bertanya, dan menceritakan kembali apa yang mereka lihat selama kegiatan berlangsung.


Sejak tiba di lokasi, rasa ingin tahu anak-anak tampak begitu besar. Mereka memperhatikan berbagai objek yang ada di sekitar, mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian, lalu mencoba mengungkapkan kembali hasil pengamatan mereka dengan bahasa sederhana khas anak-anak. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari penguatan literasi yang tidak hanya berfokus pada membaca dan menulis, tetapi juga melatih kemampuan menyimak, berbicara, dan berkomunikasi.


Dalam kegiatan tersebut, Kepala KB Al-Barokah Batu Karut, Elis Heryani, tidak sendiri dalam mendampingi peserta didik. Ia bersama tiga guru lainnya, yaitu Tina, Danis, dan Devi, turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan sejak keberangkatan hingga selesai. Keempat pendidik tersebut secara bergantian membimbing anak-anak saat melakukan pengamatan lingkungan, memberikan penjelasan sederhana mengenai berbagai objek yang ditemui, serta memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.


Bagi anak usia dini, belajar tidak selalu harus dilakukan melalui buku dan lembar kerja. Pengalaman langsung di lapangan justru menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan kemampuan berbahasa sekaligus memperkaya pengetahuan mereka tentang lingkungan sekitar.


Kepala KB Al-Barokah Batu Karut, Elis Heryani, menuturkan bahwa kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi peserta didik.


"Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik. Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga belajar dari lingkungan sekitar melalui pengamatan, bertanya, dan menceritakan kembali apa yang mereka lihat. Dengan cara ini, kemampuan literasi mereka dapat berkembang secara alami sesuai dengan tahap perkembangannya," ujarnya.


Menurut Elis, pengenalan literasi sejak usia dini perlu dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Bermain, bereksplorasi, dan berinteraksi dengan lingkungan merupakan bagian penting dari proses belajar yang dapat membantu perkembangan bahasa, sosial, emosional, dan motorik anak secara bersamaan.


Setelah mengikuti kegiatan literasi sederhana, keceriaan anak-anak semakin terlihat ketika mereka diajak menikmati berbagai wahana yang tersedia. Salah satu momen yang paling disukai adalah saat bermain air bersama teman-teman. Di tengah udara siang yang cukup hangat, kesegaran air menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka.


Tampak anak-anak saling bercanda, tertawa, dan bermain bersama dengan penuh kegembiraan. Sesekali terdengar teriakan riang ketika percikan air mengenai teman-temannya. Para guru dan orang tua yang mendampingi pun turut menikmati momen kebersamaan tersebut sambil memastikan seluruh peserta tetap aman dan nyaman.


Bagi sebagian orang, aktivitas bermain air mungkin hanya terlihat sebagai hiburan semata. Namun bagi anak-anak usia dini, kegiatan tersebut sesungguhnya menjadi ruang belajar yang sangat berharga. Melalui interaksi bersama teman sebaya, mereka belajar berbagi, bekerja sama, menunggu giliran, serta membangun kepercayaan diri dalam lingkungan sosial yang positif.


Elis Heryani menjelaskan bahwa perpaduan antara literasi, wisata edukatif, dan permainan merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran yang diterapkan di KB Al-Barokah Batu Karut.


"Anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Setelah melakukan kegiatan pengamatan dan literasi sederhana, mereka diberikan kesempatan untuk bermain dan menikmati suasana alam. Hal ini penting untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan motorik mereka secara seimbang," katanya.


Kehadiran para orang tua dalam kegiatan tersebut juga memberikan warna tersendiri. Selain menjadi pendamping, mereka dapat melihat secara langsung proses pembelajaran yang dijalani anak-anak di luar kelas. Kebersamaan antara sekolah dan keluarga tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


Menjelang akhir kegiatan, senyum puas masih tampak menghiasi wajah para peserta didik. Hari itu mereka tidak hanya memperoleh pengalaman rekreasi, tetapi juga mendapatkan pembelajaran yang bermakna melalui kegiatan literasi berbasis pengalaman langsung. Kebersamaan antara anak-anak, guru, dan orang tua menjadi kenangan indah yang menutup rangkaian pembelajaran tahun ini.


Melalui kegiatan berliterasi ke Gajah Depa, KB Al-Barokah Batu Karut menunjukkan bahwa literasi dapat ditanamkan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan dunia anak. Dari pengamatan lingkungan hingga bermain air bersama teman-teman, setiap pengalaman menjadi bagian dari proses belajar yang akan tersimpan sebagai kenangan berharga di penghujung Tahun Pembelajaran 2025/2026.


Penulis: Mahdi

Editor: Fachri



Terakhir diperbarui: 12 Jun 2026 15:34 WIB