Sabtu, 13 Jun 2026

PRESS RELEASE

Jelang Rakerda 2026, Forum TBM Sumedang Perkuat Konsolidasi Gerakan Literasi Daerah

  • 13 Jun 2026, 08:22 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 3 menit baca
  • 4 kali dibaca
Jelang Rakerda 2026, Forum TBM Sumedang Perkuat Konsolidasi Gerakan Literasi Daerah
13
Jun
26
Komunitas
Bagikan:

SUMEDANG, Rabu (10/6/2026) – Forum TBM Sumedang terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026 di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang.


Kegiatan tahunan tersebut menjadi agenda strategis organisasi dalam melakukan evaluasi program kerja selama satu tahun terakhir, sekaligus merumuskan arah kebijakan dan pengembangan gerakan literasi masyarakat untuk periode berikutnya. Rakerda juga diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Sumedang.


Pelaksanaan Rakerda 2026 dipandang penting untuk memperkuat sinergi, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan komitmen para pegiat literasi dalam mengembangkan budaya baca dan budaya belajar di tengah masyarakat. Di tengah dinamika perkembangan zaman, forum ini juga menjadi sarana penyamaan persepsi dalam merumuskan strategi gerakan literasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.


Ketua Forum TBM Sumedang, Mimin Rusmiati, menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat gerakan literasi di daerah.


“Rakerda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi gerakan literasi daerah. Kami ingin seluruh pengelola TBM memiliki semangat dan visi yang sama dalam membangun budaya baca serta menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.


Selain memimpin Forum TBM Sumedang, Mimin Rusmiati juga dikenal sebagai pendidik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah di SDN Santaka Cimanggung. Kiprahnya di dunia pendidikan formal sekaligus gerakan literasi masyarakat menunjukkan konsistensi peran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dan budaya baca di berbagai lini.


Ia menjelaskan, peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) saat ini telah berkembang tidak hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, pelatihan keterampilan, pemberdayaan komunitas, hingga pengembangan kreativitas lintas usia.


Menurutnya, perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi gerakan literasi. Di satu sisi, akses informasi semakin terbuka luas, namun di sisi lain kemampuan literasi kritis masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan informasi perlu terus diperkuat.


Karena itu, TBM dituntut untuk beradaptasi melalui inovasi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan literasi.


Menjelang pelaksanaan Rakerda, panitia dan jajaran pengurus Forum TBM Sumedang telah melakukan berbagai persiapan teknis, mulai dari distribusi undangan kepada seluruh TBM se-Kabupaten Sumedang, penyusunan agenda sidang, hingga kesiapan administratif dan operasional kegiatan.


Dalam forum tersebut, peserta akan membahas sejumlah isu strategis, antara lain evaluasi program kerja, penyusunan program prioritas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola TBM, penguatan jejaring kemitraan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan literasi masyarakat.


Rakerda juga akan menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antar-TBM. Berbagai inovasi yang telah dilakukan, seperti program membaca bersama, kelas menulis, pelatihan keterampilan, perpustakaan keliling, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis literasi, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi TBM lainnya.


Lebih jauh, Forum TBM Sumedang menegaskan bahwa Rakerda diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen program kerja, tetapi juga melahirkan semangat baru bagi para pegiat literasi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.


Gerakan literasi, menurut forum tersebut, tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pada upaya membangun masyarakat yang kritis, kreatif, produktif, serta memiliki daya saing di tengah perubahan zaman.


Dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat, Forum TBM Sumedang optimistis Rakerda 2026 akan menghasilkan gagasan dan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Sumedang.


Berdasarkan surat undangan yang telah diterbitkan, Rakerda 2026 akan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan harapan seluruh pengelola dan anggota TBM dapat hadir dan berpartisipasi aktif sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun masa depan literasi yang lebih baik di daerah.


Penulis: Mahdi

Editor Fachri



Terakhir diperbarui: 13 Jun 2026 08:22 WIB