Rabu, 20 Mei 2026

PRESS RELEASE

Kadisarpus Hari Tri Santosa: Tiga Guru MTsS Persis Sumedang Antusias Ikuti Bimtek Literasi Informasi

  • 20 May 2026, 09:35 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 6 menit baca
  • 32 kali dibaca
Kadisarpus Hari Tri Santosa: Tiga Guru MTsS Persis Sumedang Antusias Ikuti Bimtek Literasi Informasi
20
May
26
Literasi
Bagikan:

Sumedang, 18 Mei 2026 — Tiga orang guru dari MTsS Persis Sumedang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi informasi bagi para pegiat literasi, guru, pengelola perpustakaan sekolah, pengurus taman bacaan masyarakat, serta komunitas literasi di Kabupaten Sumedang. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya kemampuan mengakses, mengelola, memilah, dan menyebarluaskan informasi secara tepat di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi digital yang semakin pesat.


Adapun tiga guru yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu Mahdi, Irma Suryana, S.Pd., S.Sos., dan Jazzy Hispia Eka Saputri Andalas, S.Pd. Kehadiran para guru tersebut menjadi bentuk komitmen madrasah dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan. Selain sebagai bentuk pengembangan kompetensi tenaga pendidik, partisipasi tersebut juga diharapkan mampu membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan pengelolaan perpustakaan sekolah di MTsS Persis Sumedang.


Kegiatan Bimtek Literasi Informasi ini diisi dengan berbagai materi mengenai pengelolaan informasi, teknik penelusuran informasi yang benar, pemanfaatan media digital secara bijak, hingga praktik baik literasi di masyarakat. Para peserta juga mengikuti diskusi kelompok, praktik penyusunan program literasi, serta presentasi hasil pembelajaran yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Suasana kegiatan tampak hidup dengan adanya tukar pengalaman antarpeserta dari berbagai lembaga pendidikan dan komunitas literasi di Kabupaten Sumedang.


Salah seorang peserta dari MTsS Persis Sumedang, Mahdi, menyampaikan rasa syukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Bimtek Literasi Informasi sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam mengembangkan budaya baca serta kemampuan memilah informasi yang benar di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menilai bahwa kemampuan literasi informasi saat ini menjadi kebutuhan penting bagi guru maupun peserta didik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.


Bagi Mahdi sendiri, kegiatan Bimtek Literasi Informasi ini dirasakan sangat penting dan dibutuhkan, terutama karena selain berprofesi sebagai guru, ia juga aktif bergerak di dunia jurnalistik sebagai penulis berita. Aktivitasnya yang kerap menulis berbagai informasi dan peristiwa di tengah masyarakat membuat kemampuan literasi informasi menjadi bekal utama dalam menyajikan berita yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Menurutnya, melalui kegiatan Bimtek tersebut dirinya mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai cara memilah informasi, melakukan verifikasi data, memahami sumber informasi yang valid, serta menyampaikan informasi secara bijak di era digital. Hal tersebut dinilai sangat membantu dalam menunjang kiprahnya sebagai penulis berita maupun dalam aktivitas sehari-hari sebagai pendidik.


“Melalui kegiatan ini kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru, terutama dalam membangun budaya literasi informasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Bimtek Literasi Informasi ini sangat mendukung aktivitas saya, terutama dalam menulis berita atau berbagai informasi yang ditemukan dalam keseharian. Kami jadi lebih memahami bagaimana menyampaikan informasi yang benar, edukatif, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” ungkapnya.


Sementara itu, Irma Suryana, S.Pd., S.Sos., menuturkan bahwa penerapan literasi informasi sangat penting bagi dirinya yang selama ini bergelut dalam dunia kepenulisan buku. Menurutnya, kemampuan literasi informasi membantu dirinya dalam mencari, mengolah, dan menyusun berbagai sumber informasi menjadi tulisan yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.


Selain dalam dunia kepenulisan, Irma juga menyampaikan bahwa literasi informasi menjadi penunjang dalam aktivitas dakwah di tengah jamaah. Dengan pemahaman literasi yang baik, materi-materi dakwah yang disampaikan dapat lebih tepat, jelas, serta bersumber dari informasi yang benar dan terpercaya. Ia menilai bahwa kemampuan memahami informasi secara kritis sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat saat ini.


Tidak hanya itu, penerapan literasi informasi juga terus ia kembangkan kepada para siswa melalui organisasi RG-UG di lingkungan madrasah. Salah satu bentuk penerapannya dilakukan melalui kegiatan literasi di majalah dinding (mading) sekolah. Melalui media tersebut, siswa dilatih untuk menulis, membaca, menyampaikan informasi, serta menuangkan kreativitas dan gagasan positif secara edukatif.


“Literasi informasi sangat membantu dalam dunia kepenulisan buku, dakwah di tengah jamaah, serta pembinaan siswa dalam organisasi RG-UG. Melalui kegiatan mading, siswa dapat belajar menyampaikan informasi yang baik, benar, dan bermanfaat,” ungkapnya.


Selain itu, Jazzy Hispia Eka Saputri Andalas, S.Pd., pun menyampaikan rasa bangga dan syukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, banyak ilmu dan pengalaman baru yang diperoleh, khususnya dalam bidang literasi informasi yang sangat relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini. Ia merasa kegiatan tersebut memberikan motivasi dan semangat baru bagi para guru untuk terus meningkatkan kemampuan diri dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.


Ia menuturkan bahwa materi-materi yang disampaikan para narasumber memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya kemampuan memilah, mengelola, dan memanfaatkan informasi secara bijak dan bertanggung jawab. Hal tersebut dinilai sangat penting untuk diterapkan di lingkungan sekolah maupun perpustakaan agar peserta didik terbiasa menggunakan informasi secara positif, produktif, dan edukatif.


“Banyak hal yang kami peroleh dari kegiatan ini dan tentunya akan menjadi bahan serta bekal dalam pembelajaran di sekolah, terutama yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan perpustakaan. Kami berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan dan dikembangkan di lingkungan madrasah,” ungkapnya.


Menurutnya, penguatan literasi informasi tidak hanya penting bagi guru, tetapi juga bagi peserta didik agar mampu berpikir kritis, kreatif, serta bijak dalam menerima berbagai informasi di era digital. Dengan kemampuan literasi informasi yang baik, peserta didik diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan bermanfaat dengan informasi yang menyesatkan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan.


Selain menerima materi dari narasumber, para peserta juga diajak untuk mempraktikkan penyusunan program literasi informasi yang dapat diterapkan di sekolah maupun komunitas masing-masing. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi dan berbagi gagasan antarpeserta dalam menciptakan program-program literasi yang inovatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.


Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa, AP., MM., berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan agen-agen literasi yang dapat menjadi pelopor dalam meningkatkan minat baca dan kecakapan literasi masyarakat Kabupaten Sumedang. Menurutnya, semakin banyak agen-agen literasi yang tumbuh di tengah masyarakat, maka indeks baca masyarakat serta tingkat Indeks Budaya Membaca (IBM) Kabupaten Sumedang pun akan semakin meningkat.


Ia menambahkan bahwa penguatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah, komunitas, keluarga, dan pegiat literasi. Dengan kolaborasi yang baik, budaya membaca dan kemampuan literasi masyarakat diharapkan terus berkembang secara positif.


Dengan mengikuti kegiatan ini, para guru MTsS Persis Sumedang diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memperkuat gerakan literasi madrasah, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di era digital saat ini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung terciptanya generasi yang cerdas, berkarakter, dan melek informasi di Kabupaten Sumedang.


Penulis: Mahdi

Editor: Fachri



Terakhir diperbarui: 20 May 2026 09:35 WIB