26
Sumedang, 18 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Perpustakaan ke-46 dan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sumedang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang berlangsung pada 18–19 Mei 2026 di Gedung Perpustakaan Sumedang, Kompleks Pusat Pemerintahan Sumedang. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Disarpus Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa, AP., MM., dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan budaya literasi di Kabupaten Sumedang.
Pelaksanaan Bimtek Literasi Informasi tersebut menjadi bagian dari upaya Disarpus Kabupaten Sumedang dalam memperkuat budaya baca sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan informasi secara bijak di era digital. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas literasi, serta masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Perpustakaan Tahun 2026. Dukungan program pemerintah pusat itu dimanfaatkan Disarpus Kabupaten Sumedang untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi informasi dan kearsipan.
Dalam sambutannya, Hari Tri Santosa menyampaikan bahwa perpustakaan dan kearsipan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan masyarakat yang unggul, cerdas, dan berdaya saing. Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang begitu pesat membuat masyarakat harus memiliki kemampuan literasi informasi agar mampu memilah, memahami, dan memanfaatkan informasi secara tepat serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Melalui momentum Hari Perpustakaan ke-46 dan Hari Kearsipan ke-55 ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan budaya baca, budaya belajar, serta kesadaran dalam pengelolaan arsip yang baik dan tertib. Literasi informasi menjadi keterampilan penting agar masyarakat mampu menyikapi perkembangan informasi secara cerdas dan bijak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan buku semata, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran, ruang diskusi, pusat informasi, dan sarana pengembangan kreativitas masyarakat. Perpustakaan modern, menurutnya, harus mampu menjadi ruang yang nyaman dan terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, berkarya, serta mengembangkan inovasi.
Selain itu, Hari Tri Santosa juga menekankan pentingnya pengelolaan arsip sebagai bagian dari memori kolektif dan sumber dokumentasi sejarah. Arsip memiliki nilai penting dalam menjaga identitas lembaga maupun daerah, sehingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsip perlu terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan pembinaan.
Pada kesempatan tersebut, Disarpus Kabupaten Sumedang juga menyampaikan capaian membanggakan di bidang literasi. Kabupaten Sumedang berhasil menempati urutan ketiga tingkat gemar membaca dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa budaya membaca masyarakat Sumedang terus mengalami perkembangan positif dari tahun ke tahun.
Menurut Hari Tri Santosa, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak dalam mendukung gerakan literasi, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, perpustakaan desa, komunitas literasi, taman baca masyarakat, hingga pegiat literasi yang aktif melakukan pembinaan dan edukasi di lingkungan masing-masing.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan perpustakaan dan memperluas gerakan literasi hingga ke seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap budaya membaca dan belajar dapat terus tumbuh di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Peserta kegiatan terdiri dari pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, pegiat literasi, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang aktif di bidang pendidikan dan pengelolaan informasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik penelusuran informasi, kemampuan mengevaluasi sumber informasi, serta pemanfaatan informasi secara efektif, etis, dan bertanggung jawab.
Panitia juga menetapkan sejumlah persyaratan bagi peserta, salah satunya mengunggah karya tulis berupa cerpen atau puisi yang tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, maupun politik. Ketentuan tersebut bertujuan untuk mendorong lahirnya karya-karya literasi yang kreatif, edukatif, dan membangun karakter positif di tengah masyarakat.
Kegiatan Bimtek Literasi Informasi tersebut tidak dipungut biaya dan diikuti sebanyak 200 peserta yang dibagi ke dalam dua sesi pelaksanaan. Selain memperoleh e-sertifikat dan konsumsi, peserta juga mendapatkan berbagai materi serta pengalaman baru yang diharapkan dapat diterapkan di lingkungan sekolah, komunitas, maupun masyarakat secara luas.
Menutup sambutannya, Hari Tri Santosa berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan agen-agen literasi yang mampu menjadi pelopor budaya baca dan budaya belajar di lingkungan masing-masing. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadikan perpustakaan dan arsip sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat Sumedang yang maju, cerdas, dan berkarakter.
Penulis: Mahdi
Editor: Fachri