Rabu, 06 Mei 2026

PRESS RELEASE

Literasi Digital Jadi Sorotan di Program Bandung Siang Ini RRI Pro 1 Bandung

  • 06 May 2026, 08:40 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 3 menit baca
  • 10 kali dibaca
Literasi Digital Jadi Sorotan di Program Bandung Siang Ini RRI Pro 1 Bandung
06
May
26
Berbagi Pengetahuan
Bagikan:

Bandung, 5 Mei 2026 — Di tengah derasnya arus informasi yang kian tak terbendung, isu literasi digital kembali mengemuka dalam ruang publik. Perkembangan teknologi yang pesat menghadirkan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru berupa banjir konten yang tidak selalu terverifikasi. Dalam situasi ini, kemampuan masyarakat untuk membaca secara kritis menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar. Kesadaran inilah yang kemudian diangkat dalam program “Bandung Siang Ini” yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia Pro 1 Bandung 97.6 FM, Selasa (5/5), dengan tema “Membudayakan Gemar Membaca & Literasi Digital dalam Perspektif Komunitas.”


Program yang berlangsung pada pukul 10.05 hingga 10.35 WIB ini menghadirkan Novita Bexo sebagai narasumber utama. Dalam suasana dialog yang hangat dan komunikatif, Novita memaparkan pengalaman komunitasnya dalam membangun budaya literasi dari tingkat paling dasar, yakni keluarga dan lingkungan sekitar. Ia menjelaskan bahwa upaya menumbuhkan minat baca tidak bisa instan, melainkan memerlukan pendekatan yang konsisten, kreatif, dan penuh empati terhadap kondisi masyarakat.


Dalam perbincangan tersebut, Novita menekankan bahwa literasi di era digital telah mengalami pergeseran makna. Tidak lagi sekadar membaca teks, literasi kini mencakup kemampuan memahami konteks, mengenali bias, serta menilai kebenaran informasi. Ia menyoroti maraknya penyebaran hoaks yang sering kali diterima mentah-mentah oleh masyarakat tanpa proses verifikasi. Karena itu, menurutnya, literasi digital harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas.


“Komunitas memiliki peran strategis sebagai ruang belajar bersama yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih dekat dan humanis,” ujarnya. Ia menambahkan, pendekatan komunitas yang bersifat informal justru sering kali lebih efektif dalam membangun kedekatan emosional, sehingga pesan literasi dapat diterima dengan lebih baik. Kegiatan seperti diskusi buku, lapak baca, hingga kelas literasi menjadi sarana konkret dalam menumbuhkan kebiasaan membaca.


Dipandu oleh Alan Albana, program ini juga membuka ruang interaksi yang luas dengan para pendengar. Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai tanggapan yang masuk, baik berupa pertanyaan, pengalaman pribadi, maupun pandangan kritis terkait budaya literasi di lingkungan mereka. Interaksi ini tidak hanya memperkaya diskusi, tetapi juga menunjukkan bahwa isu literasi merupakan kebutuhan bersama yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Selain itu, siaran ini turut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak dan produktif. Di tengah dominasi media sosial yang cenderung menghadirkan hiburan instan, masyarakat diajak untuk mengubah cara pandang terhadap teknologi. Gawai dan internet, yang selama ini lebih sering digunakan untuk konsumsi hiburan, dapat diarahkan menjadi sarana pembelajaran yang efektif jika digunakan dengan kesadaran literasi yang baik.


Kehadiran komunitas seperti IQRA (Sumedang Readers) menjadi contoh nyata bagaimana gerakan literasi dapat tumbuh dari akar rumput. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, komunitas ini mampu menghadirkan ruang belajar alternatif yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan. Dari kegiatan sederhana, lahir dampak yang perlahan namun pasti, membangun kebiasaan membaca dan berpikir kritis di tengah masyarakat.


Program ini sekaligus menegaskan komitmen RRI Bandung dalam mendukung gerakan literasi nasional. Melalui kolaborasi antara media dan komunitas, diharapkan tercipta ekosistem literasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Upaya ini bukan hanya tentang meningkatkan minat baca, tetapi juga tentang membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya dalam menghadapi tantangan zaman.


Penulis: Mahdi

Editor: Fachri



Terakhir diperbarui: 06 May 2026 08:40 WIB