26
SUMEDANG – Pemuda asal Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jaelan Soheh berhasil meraih Juara I Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi bertajuk "Membangun Ruang Belajar Inklusif Berbasis Komunitas", yang mengintegrasikan pendidikan, literasi, kepemudaan, kewirausahaan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pembelajaran.
Penghargaan tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat Nomor 2761/KO.03.01/Bidyanmud tanggal 20 Juli 2026 tentang Pemberitahuan Juara Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Sebelum meraih penghargaan di tingkat provinsi, Jaelan mengikuti proses seleksi secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten Sumedang hingga tingkat Provinsi Jawa Barat. Tahapan wawancara dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan fact finding di Rumah Baca Damar Manggala, Dusun Gelembung, Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.
Informasi mengenai keberhasilan tersebut turut dibagikan oleh Gugum Gumilar, salah seorang Pengurus PW Forum TBM Jawa Barat. Ia mengaku bersyukur karena Kabupaten Sumedang memiliki wakil yang berhasil meraih prestasi tertinggi pada ajang tersebut.
"Alhamdulillah Sumedang ada yang lolos, ini dari Cisarua," ujar Gugum Gumilar.
Hal tersebut diungkapkan Jaelan Soheh kepada penulis saat dihubungi melalui saluran telepon seluler pada Ahad sore, 26 Juli 2026. Dalam wawancara tersebut, Jaelan mengatakan bahwa penghargaan yang diraihnya merupakan buah dari proses panjang, kerja sama, dan dukungan berbagai pihak yang selama ini bersama-sama membangun gerakan literasi dan pemberdayaan masyarakat di Cisarua. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi capaian pribadi, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Sumedang yang terus berupaya menghadirkan inovasi di bidang pendidikan.
Jaelan menuturkan, sejak tahun 2020 dirinya mendirikan Kelompok Literasi Seni sebagai wadah kolaborasi untuk mengembangkan pendidikan, literasi, seni, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat. Sekretariat komunitas tersebut berada di Rumah Baca Damar Manggala, Dusun Gelembung, Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.
Dalam kesehariannya, Jaelan mengabdikan diri sebagai guru di SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Sumedang. Bersama Kelompok Literasi Seni, ia mengelola Rumah Baca Damar Manggala, perpustakaan komunitas, bimbingan belajar berbasis masyarakat, Pesantren Literasi Nusantara, serta berbagai kegiatan literasi, pelatihan, dan pengembangan kapasitas pemuda. Ia juga memanfaatkan kedai kopi, budidaya ikan nila sistem bioflok, dan lahan pertanian sebagai media pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pendidikan dengan kewirausahaan, kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui inovasi "Membangun Ruang Belajar Inklusif Berbasis Komunitas", Jaelan mengembangkan model pendidikan yang menghubungkan literasi, kepemimpinan, kewirausahaan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pembelajaran yang inklusif. Pendekatan tersebut bertujuan menghadirkan ruang belajar yang dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun budaya sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Bagi Jaelan, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh di tengah masyarakat melalui gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur. Dengan semangat gotong royong dan inovasi sosial, ia berkomitmen terus mengembangkan ruang-ruang belajar alternatif sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus membangun generasi yang berkarakter, berdaya, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Prestasi yang diraihnya di tingkat Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Penulis: Mahdi
Editor: Fachri