26
SUMEDANG – Sebuah perjalanan literasi membawa Prof. Dr. Ir. H. Agus Pakpahan, M.S., Rektor IKOPIN University, menelusuri jejak kehidupan masyarakat Dayak Iban di Tapang Sambas, Kalimantan Barat. Perjalanan intelektual tersebut kemudian melahirkan serial tulisan Tropikanisasi-Kooperatisasi, yang mengangkat pengalaman Koperasi Kredit Keling Kumang (CUKK) sebagai inspirasi pembangunan ekonomi berbasis budaya dan gotong royong.
Kepada penulis, Agus Pakpahan menjelaskan bahwa perjalanannya bukan sekadar meneliti perkembangan sebuah koperasi, melainkan menggali nilai-nilai kehidupan masyarakat Dayak Iban yang berhasil mengubah keterbatasan menjadi kekuatan melalui kebersamaan, kepercayaan, dan kelembagaan yang kokoh.
Menurutnya, kisah CUKK menunjukkan bahwa perubahan besar selalu diawali oleh perubahan cara pandang masyarakat terhadap dirinya sendiri. Ketika masyarakat tidak lagi melihat dirinya sebagai kelompok yang lemah dan bergantung kepada pihak luar, tetapi percaya pada kekuatan budaya dan nilai-nilai leluhur, lahirlah semangat untuk membangun masa depan secara mandiri.
Agus menuturkan, perjalanan literasi tersebut membawanya pada pemahaman bahwa adat dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan yang dapat menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi modern. Nilai-nilai seperti handep (gotong royong), hidop barentin (hidup beraturan), rumah panjang, serta filosofi Keling Kumang menjadi energi sosial yang menggerakkan pertumbuhan CUKK.
Berawal dari modal sebesar Rp291.000 yang dihimpun oleh 12 orang pada 1993, CUKK berkembang menjadi koperasi besar dengan sekitar 232.200 anggota dan aset mencapai sekitar Rp2,3 triliun pada 2025. Bagi Agus, capaian tersebut menunjukkan bahwa modal sosial berupa kepercayaan, disiplin, dan solidaritas mampu melahirkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Melalui serial Tropikanisasi-Kooperatisasi, Agus berharap pengalaman masyarakat Dayak Iban dapat menjadi sumber pembelajaran bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Menurutnya, setiap daerah memiliki kekayaan budaya yang dapat dihidupkan kembali sebagai dasar membangun koperasi dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
"Perjalanan literasi ini mengajarkan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari besarnya modal, tetapi dari keberanian mengubah cara berpikir, menghargai budaya sendiri, dan membangun kepercayaan untuk bergerak bersama," ujar Agus Pakpahan.
Penulis: Mahdi
Editor: Fachri