26
Sumedang – Sebanyak delapan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Program pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung sejak 7 Juli hingga 14 Agustus 2026 dengan mengusung berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penguatan literasi, pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan potensi desa.
Selama menjalankan KKN, kedelapan mahasiswa tinggal di rumah keluarga Tenten di Dusun Batu Karut RT 01 RW 06, Desa Cibeureum Wetan. Dari lokasi tersebut mereka melaksanakan berbagai program yang disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan serta potensi masyarakat setempat.
Koordinator Desa sekaligus Ketua KKN, Arrayan Farouq dari Departemen Budidaya Perairan, menjelaskan bahwa seluruh program dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat secara langsung, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu fokus kegiatan adalah penguatan literasi sains melalui edukasi lingkungan dan mitigasi bencana.
Implementasi literasi sains diwujudkan melalui kegiatan mitigasi bencana longsor bagi siswa kelas IV hingga VI sekolah dasar yang dilaksanakan pada 18 Juli 2026. Kegiatan tersebut dikemas melalui pemutaran film edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang berlangsung di salah satu rumah warga. Setelah menyaksikan film, para peserta mengikuti diskusi mengenai hubungan antara kelestarian lingkungan dengan upaya mengurangi risiko bencana longsor.
"Ini merupakan kegiatan mitigasi longsor untuk anak kelas 4–6, yaitu menonton film terkait pentingnya menjaga lingkungan. Acara dilakukan di rumah warga," ujar Emir Rembrandt Ghozali, mahasiswa Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan yang bertugas pada bidang Logistik dan Konsumsi.
Selain edukasi, mahasiswa juga melaksanakan penanaman bibit pohon manglid dan mahoni di kawasan Pangangonan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana longsor. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga tutupan vegetasi untuk mengurangi risiko bencana.
Di bidang pendidikan dan keagamaan, mahasiswa aktif membantu kegiatan belajar mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Mereka juga berpartisipasi dalam persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama Karang Taruna Desa Cibeureum Wetan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Selama masa KKN, mahasiswa juga menyiapkan Program Kerja BAHARI berupa penyuluhan budidaya ikan di kolam. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya ikan yang baik sehingga dapat menjadi peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Selain itu, mahasiswa tengah menyusun dan mencetak sejarah Desa Cibeureum Wetan yang akan dipasang di Balai Desa sebagai media informasi dan edukasi bagi masyarakat mengenai sejarah serta identitas desa.
Berbagai program yang dilaksanakan mahasiswa IPB tersebut sekaligus mengimplementasikan enam literasi dasar. Literasi sains diwujudkan melalui edukasi mitigasi longsor, pemutaran film tentang pentingnya menjaga lingkungan, penanaman pohon, dan penyuluhan budidaya ikan. Literasi baca-tulis diwujudkan melalui penyusunan sejarah Desa Cibeureum Wetan sebagai media pembelajaran masyarakat. Literasi digital diterapkan melalui pemanfaatan film edukasi sebagai media pembelajaran. Literasi budaya dan kewargaan tercermin dari pelestarian sejarah desa serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemasyarakatan bersama Karang Taruna. Literasi finansial diperkenalkan melalui Program BAHARI yang membuka wawasan masyarakat mengenai peluang ekonomi dari budidaya ikan, sedangkan literasi numerasi mulai dikenalkan melalui pengamatan kondisi lingkungan dan pemahaman sederhana terhadap pengelolaan sumber daya alam.
Delapan mahasiswa yang mengikuti KKN tersebut terdiri atas Arrayan Farouq dari Departemen Budidaya Perairan selaku Koordinator Desa, Adelia Gita dari Departemen Biologi sebagai Sekretaris, Sekar Citta dari Departemen Bisnis sebagai Bendahara, Nadiyatun Nabila dari Departemen Budidaya Perairan pada bidang Acara, Emir Rembrandt Ghozali dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan pada bidang Logistik dan Konsumsi, Sania Aulia dari Departemen Teknologi Hasil Hutan pada bidang Acara, serta Miratsullaila Zahra dari Departemen Teknologi Hasil Perairan dan Rifky Alfatah dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan pada bidang Publikasi dan Dokumentasi.
Melalui berbagai program tersebut, kehadiran mahasiswa IPB di Desa Cibeureum Wetan diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. KKN menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat dalam meningkatkan budaya literasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta mengembangkan potensi Desa Cibeureum Wetan secara berkelanjutan.
Penulis: Mahdi
Editor: Fachri