26
Sumedang, 21 Mei 2026 — Pembelajaran membaca nyaring Al-Qur’an dan Hadits menjadi salah satu praktik baik yang diterapkan di kelas Dua Idadiyyah MDTU Nurul Iman yang berlokasi di Dusun Batu Karut RT 03 RW 05 Desa Cibeureum Wetan Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi keagamaan para santri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW sejak usia dini.
Kegiatan belajar mengajar di MDTU Nurul Iman berlangsung setiap siang hari, yakni antara pukul 13.30 hingga 15.00 WIB. Pada waktu tersebut para santri mengikuti berbagai pembelajaran diniyah, termasuk membaca Al-Qur’an dan Hadits. Meski dilaksanakan setelah para santri mengikuti kegiatan sekolah formal pada pagi hari, semangat belajar mereka tetap terlihat tinggi saat mengikuti pembelajaran di madrasah.
Ada sekitar 100 orang santri yang belajar di MDTU Nurul Iman. Para santri berasal dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari tingkat PAUD, kelas Idadiyyah 1 dan 2, hingga santri Diniyyah kelas 1 sampai kelas 4 yang umumnya setara dengan siswa kelas 3 hingga kelas 6 SD. Banyaknya jumlah santri menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekitar terhadap pendidikan keagamaan bagi anak-anak mereka.
Dalam proses pembelajaran, para santri dibimbing oleh tujuh orang guru yang mengajar sesuai jenjang masing-masing. Kelas PAUD dibimbing oleh Dedeh Sumiati, S.Pd.I., sementara kelas Idadiyyah 1 dan 2 dibimbing oleh Elsah Susanti dan Mahdi. Adapun kelas Diniyyah 1 dibimbing oleh Irwan Febrian, S.Pd.I., kelas Diniyyah 2 oleh Reni Heryani, kelas Diniyyah 3 oleh Ela Nurlaila, dan kelas Diniyyah 4 dibimbing oleh Ani H. Rosyada, S.Pd.I.
Selain membina kemampuan membaca Al-Qur’an, MDTU Nurul Iman juga memberikan berbagai materi pembelajaran keagamaan kepada para santri. Terdapat tujuh pelajaran pokok yang diajarkan, yaitu Al-Qur’an, Hadits, Akidah, Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. Mata pelajaran tersebut menjadi dasar penting dalam membentuk pemahaman agama serta karakter islami para santri sejak dini.
Tidak hanya itu, madrasah juga memberikan pembelajaran muatan lokal sebagai penunjang keterampilan santri, di antaranya membaca, khot atau seni menulis Arab, serta praktik ibadah. Muatan lokal tersebut bertujuan agar para santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran khot misalnya, melatih kerapihan dan ketelitian santri dalam menulis huruf Arab, sedangkan praktik ibadah membantu santri memahami tata cara ibadah secara langsung dan benar.
Dalam pelaksanaannya, para santri membaca ayat Al-Qur’an di meja masing-masing secara nyaring dan bergiliran dengan bimbingan guru. Sementara itu, materi hadits ditulis langsung oleh guru pada papan tulis untuk kemudian dibaca bersama-sama oleh para santri. Metode tersebut membantu santri lebih fokus dalam menyimak bacaan sekaligus melatih kelancaran membaca teks Arab sesuai kaidah tajwid yang benar. Suasana kelas tampak aktif dan hidup karena para santri terlibat langsung dalam kegiatan membaca, menyimak, dan memperhatikan bacaan teman-temannya.
Sebelum kegiatan dimulai, guru terlebih dahulu memberikan contoh pelafalan huruf hijaiyah, makharijul huruf, panjang pendek bacaan, hingga intonasi yang tepat dalam membaca Al-Qur’an maupun hadits. Para santri kemudian mengikuti arahan tersebut secara bertahap. Guru juga memberikan koreksi terhadap bacaan yang masih kurang tepat agar para santri dapat memperbaiki kesalahan secara langsung dan memahami cara membaca yang benar.
Para santri yang mengikuti kegiatan membaca nyaring di antaranya Keisha Almahyra Zerina, Naira Khalila Alfiani, Alesha Zahratu Syifa Andika, Putri Salwa, Anita Rahman, Salma Rizkya K, dan Hikmal Faturahman. Mereka terlihat antusias dan penuh semangat saat membaca ayat-ayat Al-Qur’an di hadapan teman-temannya. Masing-masing santri berusaha membaca dengan baik sambil memperhatikan tajwid, makharijul huruf, serta arahan yang diberikan guru.
Keisha Almahyra Zerina dan Naira Khalila Alfiani tampak percaya diri ketika membacakan ayat Al-Qur’an dengan suara yang jelas dan tertata. Alesha Zahratu Syifa Andika serta Putri Salwa juga terlihat fokus saat mengikuti kegiatan membaca nyaring dan berusaha memperbaiki bacaan ketika mendapat arahan dari guru. Sementara itu, Anita Rahman menunjukkan semangat belajar yang tinggi dengan aktif menyimak bacaan teman-temannya.
Adapun Salma Rizkya K dan Hikmal Faturahman tampak antusias ketika mendapat giliran membaca di depan kelas. Mereka berusaha melafalkan ayat demi ayat dengan baik sesuai contoh yang diberikan guru. Kehadiran para santri tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan penuh motivasi di lingkungan madrasah.
Kegiatan membaca nyaring ini mendapat respons positif dari para santri. Mereka terlihat semakin percaya diri saat membaca di hadapan teman-temannya. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan Hadits, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembiasaan belajar, seperti mendengarkan dengan baik, menghargai teman yang sedang membaca, serta menjaga ketertiban selama proses pembelajaran berlangsung.
Guru kelas Dua Idadiyyah, Mahdi, menyampaikan bahwa membaca nyaring merupakan salah satu metode efektif dalam pembelajaran diniyah karena mampu melatih konsentrasi sekaligus membiasakan santri berinteraksi langsung dengan Al-Qur’an dan Hadits. Menurutnya, pembiasaan tersebut penting dilakukan secara konsisten agar kemampuan membaca santri semakin berkembang dari waktu ke waktu.
“Melalui membaca nyaring, santri tidak hanya belajar membaca, tetapi juga belajar berani tampil, menyimak, dan menghargai bacaan teman-temannya. Ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter santri,” ujarnya.
Dengan adanya praktik baik ini, diharapkan para santri kelas Dua Idadiyyah MDTU Nurul Iman semakin terbiasa membaca Al-Qur’an dan Hadits dengan baik, benar, serta penuh rasa cinta terhadap ilmu agama. Pembiasaan sederhana namun dilakukan secara rutin tersebut menjadi langkah nyata dalam menanamkan budaya literasi Islam di lingkungan madrasah sekaligus membentuk generasi santri yang percaya diri dan gemar belajar Al-Qur’an.
Penulis: Mahdi
Editor: Fachri